Biodataviral – #Robert Budi Hartono dan #Michael Bambang Hartono selama #puluhan tahun dikenal sebagai dua nama besar dalam daftar #orang #terkaya di #Indonesia. #Kekayaan #keluarga #Hartono berawal dari bisnis #rokok kretek #Djarum yang kemudian #berkembang jauh lebih luas melalui #investasi di sektor #perbankan, #telekomunikasi, #teknologi, #properti, #elektronik, #ritel hingga #ekonomi #digital.
Keduanya merupakan putra Oei Wie Gwan, pendiri Djarum. Setelah mewarisi bisnis keluarga pada era 1960-an, Robert dan Michael berhasil membawa Djarum berkembang menjadi salah satu kelompok usaha besar di Indonesia.
Salah satu keputusan bisnis paling penting dalam perjalanan Hartono bersaudara adalah masuk ke sektor perbankan melalui Bank Central Asia (BCA). Investasi tersebut kemudian menjadi salah satu sumber utama kekayaan keluarga Hartono.

Baca: Garibaldi Thohir: Biodata, Profil, Kekayaan, Bisnis, Saham dan Kabar Terbaru 2026
Namun, perjalanan Hartono bersaudara memasuki babak baru pada 2026 setelah Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada 19 Maret 2026 di Singapura dalam usia 86 tahun. Setelah kepergian Michael, struktur kepemilikan keluarga atas BCA juga mengalami perubahan. Robert Budi Hartono kini menjadi Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) BCA secara tunggal.
Biodata Robert Budi Hartono
Nama: Robert Budi Hartono
Nama lahir: Oei Hwie Tjhong
Tempat, tanggal lahir: Semarang, 28 April 1940
Usia: 86 tahun pada 2026
Orang tua: Oei Wie Gwan
Saudara: Michael Bambang Hartono
Bidang usaha: Perbankan, tembakau, elektronik, teknologi, properti, telekomunikasi dan investasi
Perusahaan utama: Djarum Group
Aset penting: Bank Central Asia (BCA), Global Digital Niaga/Blibli dan bisnis telekomunikasi
Robert Budi Hartono merupakan putra kedua Oei Wie Gwan. Bersama kakaknya, Michael Bambang Hartono, ia meneruskan bisnis Djarum setelah sang ayah meninggal dunia.
Robert kemudian dikenal sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh di Indonesia. Selain mempertahankan bisnis utama Djarum, ia dan keluarga melakukan diversifikasi ke berbagai sektor.
Forbes menyebut sumber utama kekayaan Robert berasal dari investasi keluarga di Bank Central Asia. Selain itu, keluarga Hartono memiliki kepentingan di berbagai bisnis, termasuk Global Digital Niaga yang menaungi Blibli serta sektor telekomunikasi.
Biodata Michael Bambang Hartono
Nama: Michael Bambang Hartono
Nama lahir: Oei Hwie Siang
Tempat, tanggal lahir: 2 Oktober 1939
Meninggal: 19 Maret 2026
Usia: 86 tahun
Orang tua: Oei Wie Gwan
Saudara: Robert Budi Hartono
Bidang usaha: Djarum, perbankan, properti, elektronik, telekomunikasi dan investasi
Kegiatan olahraga: Bridge
Michael Bambang Hartono merupakan kakak Robert Budi Hartono. Ia bersama adiknya menjadi sosok penting di balik perkembangan Djarum dari bisnis keluarga menjadi kelompok usaha dengan portofolio yang jauh lebih luas.
Michael meninggal dunia pada 19 Maret 2026 di Singapura dalam usia 86 tahun. Penyebab kematiannya tidak dipublikasikan secara rinci. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh manajemen Grup Djarum.
Selain dikenal sebagai pengusaha, Michael juga memiliki ketertarikan besar terhadap olahraga bridge. Salah satu pencapaian yang cukup dikenal adalah keberhasilannya meraih medali perunggu cabang bridge pada Asian Games 2018 ketika berusia 78 tahun.
Perjalanan Bisnis Hartono Bersaudara
Kisah sukses Robert dan Michael Hartono tidak berlangsung secara instan. Salah satu tantangan terbesar terjadi pada 1963 ketika pabrik Djarum mengalami kebakaran besar. Tidak lama setelah itu, Oei Wie Gwan meninggal dunia.
Dalam kondisi tersebut, Robert dan Michael mengambil alih dan membangun kembali bisnis keluarga.
Djarum kemudian berkembang menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia. Dari bisnis tersebut, Hartono bersaudara mulai melakukan diversifikasi dan membangun portofolio investasi di luar industri tembakau.
Strategi inilah yang kemudian membuat sumber kekayaan keluarga Hartono tidak hanya bergantung pada Djarum.
Investasi di BCA Menjadi Sumber Kekayaan Utama
Salah satu keputusan investasi terbesar Hartono bersaudara adalah masuk ke Bank Central Asia (BCA) setelah krisis ekonomi Asia 1997-1998.
Keluarga Hartono mengambil alih kepemilikan di BCA setelah keluarga Salim kehilangan kendali atas bank tersebut akibat krisis.
Investasi di BCA kemudian menjadi salah satu aset paling berharga dalam kerajaan bisnis Hartono. Forbes mencatat bahwa sebagian besar kekayaan Robert Budi Hartono berasal dari investasi di BCA.
Saat ini, kepemilikan keluarga Hartono di BCA berada di bawah struktur PT Dwimuria Investama Andalan. Sebelum Michael meninggal, keduanya menjadi pengendali utama struktur kepemilikan tersebut.
Setelah Michael meninggal, perubahan struktur kepemilikan membuat Robert Budi Hartono menjadi pengendali tunggal BCA melalui kepemilikannya di Dwimuria. OJK mencatat perubahan pengendalian tersebut pada 29 Juli 2026.
Bisnis Hartono Bersaudara Selain BCA
Kekuatan bisnis keluarga Hartono tidak hanya berada pada Djarum dan BCA. Portofolionya berkembang ke sejumlah sektor.
1. Djarum Group
Djarum merupakan bisnis yang menjadi fondasi kekayaan keluarga Hartono.
Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia. Dari bisnis rokok tersebut, keluarga Hartono kemudian membangun berbagai investasi lain.
Baca: Biodata Teza Sumendra, Penyanyi R&B dan Soul Indonesia
2. Bank Central Asia
BCA menjadi salah satu aset terpenting keluarga Hartono.
Bank ini berkembang menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia dan menjadi sumber utama kekayaan Robert Budi Hartono serta keluarga Hartono.
3. Blibli dan Global Digital Niaga
Keluarga Hartono juga masuk ke sektor ekonomi digital melalui PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli).
Perusahaan tersebut melakukan penawaran umum perdana pada 2022. Forbes mencatat IPO Global Digital Niaga menghimpun sekitar US$510 juta.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa keluarga Hartono tidak hanya mempertahankan bisnis konvensional, tetapi juga berusaha masuk ke sektor teknologi dan perdagangan digital.
4. Sarana Menara Nusantara
Portofolio keluarga Hartono juga mencakup sektor menara telekomunikasi melalui PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
Bisnis ini memberikan eksposur keluarga Hartono terhadap pertumbuhan infrastruktur telekomunikasi Indonesia.
5. Polytron
Keluarga Hartono juga memiliki bisnis elektronik melalui Polytron.
Dalam perkembangan terbaru, Polytron tidak hanya bergerak pada produk elektronik rumah tangga, tetapi juga mulai masuk ke kendaraan listrik. Forbes mencatat Polytron meluncurkan dua model kendaraan listrik pada 2025.
6. Ritel dan Properti
Portofolio keluarga Hartono juga memiliki keterkaitan dengan sektor ritel dan properti.
Salah satu nama yang pernah menjadi bagian dari ekspansi bisnis keluarga adalah Ranch Market melalui RANC. Pada 2021, Global Digital Niaga/Blibli menjadi pengendali RANC dengan kepemilikan 51 persen.
Selain itu, keluarga Hartono juga memiliki aset properti, termasuk sejumlah properti premium di Jakarta.
Berapa Kekayaan Robert Budi Hartono Terbaru?
Nilai kekayaan Robert Budi Hartono berubah mengikuti harga saham dan nilai aset yang dimilikinya.
Data Forbes yang diperbarui pada 2026 menunjukkan nilai kekayaan Robert berada di kisaran US$16,4 miliar pada salah satu pembaruan Real Time Net Worth September 2026.
Sementara itu, sumber lain menggunakan metodologi berbeda. Bloomberg Billionaires Index, misalnya, mencatat nilai kekayaan Robert sekitar US$19,9 miliar atau sekitar Rp331 triliun pada data yang tersedia baru-baru ini. Perbedaan tersebut terjadi karena metode penghitungan, harga saham, kurs serta waktu pembaruan data yang berbeda.
Karena itu, angka kekayaan miliarder sebaiknya dipahami sebagai estimasi, bukan jumlah uang tunai yang tersimpan di rekening.
Robert Budi Hartono Setelah Michael Meninggal
Meninggalnya Michael Bambang Hartono menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah bisnis keluarga Hartono.
Michael sebelumnya memiliki sekitar 49 persen kepentingan di PT Dwimuria Investama Andalan, sedangkan Robert memiliki 51 persen.
Setelah Michael meninggal, sahamnya kemudian masuk ke proses pewarisan kepada empat anaknya. Laporan Bisnis.com pada Agustus 2026 menyebut kepemilikan Michael di Dwimuria telah dibagi rata kepada empat ahli warisnya.
Sementara itu, Robert tetap memegang 51 persen saham Dwimuria. Struktur tersebut membuat Robert menjadi Pemegang Saham Pengendali Terakhir BCA secara tunggal.
Anak dan Generasi Penerus Keluarga Hartono
Perjalanan bisnis Hartono kini juga mulai memasuki fase pergantian generasi.
Robert Budi Hartono memiliki tiga anak, yaitu Armand Hartono, Victor Hartono dan Martin Hartono.
Dalam perkembangan bisnis keluarga, Victor Hartono juga telah mengambil peran penting di Djarum. Laporan Bisnis.com menyebut Victor menggantikan ayahnya sebagai CEO PT Djarum setelah sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer.
Sementara itu, empat anak Michael menjadi penerima warisan saham milik sang ayah.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kerajaan bisnis Hartono mulai memasuki fase baru: dari generasi Robert dan Michael menuju generasi penerus keluarga.
Fakta Menarik Michael Hartono
Selain kekayaan dan bisnis, Michael memiliki sisi lain yang menarik perhatian publik.
Ia dikenal sebagai penggemar berat olahraga bridge. Bahkan pada usia 78 tahun, Michael masih aktif berkompetisi dan berhasil meraih medali perunggu pada Asian Games 2018.
Kecintaannya terhadap bridge juga menjadi bagian dari citra pribadinya di luar dunia bisnis. Michael dikenal melihat bridge sebagai permainan yang membutuhkan strategi, pengambilan keputusan dan kemampuan membaca situasi.
Hartono Bersaudara dan PB Djarum
Keluarga Hartono juga dikenal memiliki perhatian terhadap pembinaan olahraga bulu tangkis melalui PB Djarum.
Pembinaan atlet menjadi salah satu kegiatan yang cukup dikenal dari keluarga tersebut. PB Djarum telah melahirkan sejumlah atlet bulu tangkis Indonesia dan menjadi salah satu pusat pembinaan pemain muda.
Dengan demikian, pengaruh keluarga Hartono tidak hanya terlihat dalam dunia bisnis, tetapi juga dalam olahraga dan sejumlah kegiatan sosial.
Hartono Bersaudara, Dari Bisnis Rokok Menjadi Kerajaan Investasi
Perjalanan Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono menunjukkan bagaimana sebuah bisnis keluarga dapat berkembang melalui strategi diversifikasi.
Djarum menjadi fondasi awal. Setelah itu, investasi di BCA menjadi salah satu langkah paling penting yang mengubah skala kekayaan keluarga Hartono.
Baca: Oktaviey Biodata, Profil, Umur, Pacar, Karier dan Fakta Terbaru 2026
Ekspansi berikutnya membawa keluarga tersebut ke sektor telekomunikasi, elektronik, properti, ritel dan teknologi digital.
Kini, setelah Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Maret 2026, perjalanan keluarga Hartono memasuki babak baru. Robert Budi Hartono menjadi pengendali tunggal BCA, sementara sebagian kekayaan Michael diwariskan kepada empat anaknya.
Dengan berbagai aset dan perusahaan yang dimiliki keluarga, nama Hartono masih menjadi salah satu keluarga bisnis paling berpengaruh dalam perekonomian Indonesia.
Catatan: Nilai kekayaan miliarder dan posisi dalam daftar orang terkaya dapat berubah setiap hari mengikuti pergerakan harga saham, kurs dan metode perhitungan masing-masing lembaga. Data di atas menggunakan informasi publik terbaru yang tersedia pada 2026.