Biografi

Kisah UKM Batik Cirebonan Ibu Yusrianah Raharjo Asli

Profil Pengusaha Yusrianah Raharjo

ukm batik cirebonan

Sukses Ibu Yusrianah Raharjo mencoba peruntungan di bisnis batik. Siapa sangka UKM Batik akan menghasilkan jutaan rupiah. Bahkan nilainya lebih karena berhasil ekspor. Tak main- main, ia yang fokus pada keindahan batik Cirebon, sudah bisa ekspor ke negeri tetangga.

Pengusaha wanita berusia setengah abad, yang mengaku kemampuan membatiknya sudah jadi turun- temurun. Utamanya tentang pengatahuan bagaimana mewarnai dan pemasaran dari sang ibu. Jadi beruntung disaat batik diakui dunia, Ibu Yusrianah Raharjo mampu unjuk gigi.

“Pembeli minta warna apa, saya selalu disuruh untuk membuatkan. Jadi, dari kecil, skill-nya sudah diajari,” ungkap pemilik UKM batik Cirebonan ini.

Pengusaha wanita pemilik butik Yusri Batik, yang telah memulai usahanya sejak 1997, dengan modal kepercayaan dan kejujuran. Berbekal sedikit bantuan dari orangtua, Yusri lalu mengikuti pameran internasional di Yogyakarta.

UKM Batik Cirebonan Merambah Dunia

Saat itulah ketika produknya mulai dikenal orang. Ia mendapatkan bantuan modal Rp.20 juta. Setelah sekian lama dirinya berbisnis batik. Berbekal uang itulah dibeli bahan baku dan membayar ongkos para pekerja.

“Saya juga mendapat pinjaman dari Taspen sebesar Rp50 juta,” ujar dia.

Yusri yang asli Cirebon sudah fasih tentang ragam batik daerah asal. Memang batik Cirebon dikenal akan corak batik yang digemari. Sebut saja batik populer macam Megamendung, Singa Barong, Panji Semirang, serta motif keraton Kasepuhan dan Kanoman.

Bahannya pun bervariasi dari katun, sutera, dan kain tenun. Soal warna ia menjelaskan selain pewarnaan alami juga secara kimiawi.

“Yang paling susah itu batik tenun. (Permukaannya) tidak halus seperti katun. Serat-seratnya bermotif dan selalu mbrenjol (menonjol),” kata pengusaha ini.

Proses pembuatan batiknya sudah sangat bervariasi. Ada yang butuh waktu beberapa hari hingga jadi, khususnya untuk jenis batik cetak. Ada pula yang membutuhkan waktu sebulan penuh khusus untuk batik tulis. Setiap bulang, Yusri Batik mampu menghasilkan ribuan helai batik.

Khusus untuk batik tulis ia mampu menghasilkan sekitar 100 helai, dimana setiap helainya mulai dari 2 meter hingga 2,7 meter. “Kalau itu, tergantung pesanan,” katanya menjelaskan. Para pembeli pun tidak perlu merogoh koceknya dalam- dalam.

Mendesain Batik Cirebonan Sendiri

Yusri membanderol produknya mulai dari Rp100 ribu hingga Rp1,5 juta. “Kalau batik cetak, harganya Rp100 ribu. Tapi, ada juga yang Rp300 ribu dan itu tidak murni cetak: kombinasi tulis dan cetak. Terus, batik tulis itu Rp1 juta. Batik sutera itu Rp1,2-1,5 juta,” tutur Yusri.

Selain desain yang sudah ada, Yusri Batik, juga menawarkan aneka batik desain sendiri. Kalo mau ditanya seperti apa kualitas batik milik Yusri. Cukuplah kita kembali ke tahun 2013 -an. Kala itu, ia menjadi salah satu pelopor batik bermotif ondel- ondel.

Dia memang bukan orang Betawi tetapi patut dilestarikan.

“Ini batik koleksi terbaru, akan jadi tren 2013. Kami menyebutnya batik ondel-ondel,” ujarnya. Batik khusus Jakarta fokus pada aneka trademark kota Jakarta antara lain motif ondel- ondel dan tugu monas.

Ondel- ondel tersebut terlihat cantik, karena digambar lengkap dengan pakaian dan aksesori yang kerap digunakan ondel-ondel saat pentas. Selain ondel-ondel, ada gambar lain yang ditorehkan di atas kain batik tren 2013 tersebut.

Gambar tersebut tentu yang identik dengan Jakarta, yakni tugu monas dan kembang api. Sebab, biasanya jika ada pesta di Jakarta, nyala kembang api tidak bisa terpisahkan di dalam tradisi Jakarta sendiri.

Warna batik ondel- ondel pun cerah- cerah ebagai warna dasar misalnya, ada oranye, biru menyala, merah, hijau, dan warna-warna menyala lainnya. Sengaja dipilih warna- warna menyala agar terlihat kemeriahan dari sebuah pesta ondel- ondel itu sendiri.

Selain itu, warna- warna batik Cirebonan yang identik warna-warna cerah seolah sepaham dengan kemeriahan kota Jakarta.

Kain batik ondel- ondel buatan Yusrianah sengaja dibuat dengan tangan atau biasa disebut dengan batik tulis. Berapa harganya, batik yang memakan waktu satu minggu ini dibandrol Rp.200.00 per- lembar. Ia menyebut motif batik ondel- ondel sederhana, dengan gradasi warna yang sederhana jadilah tak membutuhkan waktu berbulan- bulan.

Namanya bisnis akan selalu ada pahit manis dan Yusri tidak memungkiri hal itu. Selain persaingan yang ketat akibat bertambahnya pemain bisnis batik, dia juga mengatakan kesulitan akan sumber daya manusia (SDM).

Di tempatnya memiliki 16 orang pegawai tetap dan yang tidak tetap ada 40 orang. Kendalanya yaitu kadang- kadang masyarakat masih tradisional. Sayangnya mereka sering tidak fokus bekerja. Karena mereka terkadang ikut acara hajatan, bagus sih, tetapi memotong waktu dan fokus kerja mereka.

Wanita yang tinggal di Plered, Cirebon, ini mengeluhkan kekurangan pembatik senior. Jika anda ingin untuk memesan produk batik miliknya, Yusri membolehkan pemesanan untuk sepotong batik tulis saja, baik desain Yusri ataupun dari pembeli. “Tapi, nanti dikenakan ongkos kerjanya,” ujarnya.

Ia pun tidak berkeberatan apabila pembelinya membeli batik secara satuan. Kalau untuk grosir, ada yang namanya minimal pemesanan, yaitu minimal 10 potong. Apabila kamu berminat, pembeli bisa berkunjung ke Yusri Batik di Jalan Syekh Datul Kahfi No. 79, Plered, Cirebon. Pembeli juga bisa mengontak emailnya yaitu melalui: litaharlianti@ymail.com.


, Terimakasih telah mengunjungi Biodataviral.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Terviral.id, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Comments

Most Popular

To Top