Profil Pengusaha Zakaria Wirahadi Kusumah

Melanjutkan bisnis keluarga tidak mudah. Lihat bagaimana kemeja pria Manly susahnya dipasarkan. Pria kantoran maka tak asing dengan produk ini. Produk yang mengusung kemeja pria beremerek Manly, dulunya pernah ngetop di seantero Jawa Timur loh.
Kalau pun kamu baru sadar atas keberadaanya; coba baca ceritanya. Dulu produk yang hanya dikenal seantero Jawa Timur kini menjadi produk kelas nasional dan bersiap untuk merambah pasar Asia Pasifik.
Kemeja Manly yang dulu pernah ada dan sekarang berbeda. Bukan cuma karena siapa pemiliknya sekarang. Susahnya melanjutkan bisnis keluarga nampaknya tidak membuat beban. Pengusaha muda satu ini membuktikan bahwa semangat wirausaha masih ada.
Produk Manly, dulu, merupakan industri kelas rumahan yang dibesut oleh seorang bernama Lioe Kiat Tjoeng di tahun 1958. Tak disangka, usaha kecil- kecilan di Jalan Talun, Kota Malang tersebut berkembang pesat hingga berubah menjadi perusahaan nasional yang disegani.
Pengusaha Muda Kemeja Pria Manly
Padahal, kalau ditelisik, dulu produk Manly masih dibuat sangat tradisional di tahun 1970 -an. Produknya hanya mengerjakan keperluan pakain anak- anak, celana panjang pria sekaligus kemeja. Hingga tahun 1980 -an, produk Manly hanya berfokus memenuhi kebutuhan kemeja pria saja.
Akhirnya kemeja Manly semakin dikenal, pemasarannya bahkan telah merambah ke department stores, mencangkup seluruh Indonesia di tahun 1990 -an, seperti Matahari Dept Store. Mengantisipasi kebutuhan pasar yang terus meningkat pula dilakukan pengembangan dan penambahan.
Aneka perangkat industri yang lebih maju diadakan. Bukan lagi menggunakan beberapa mesin jahit tradisional tapi puluhan mesin jahit bermesin. Tahun 2007 menjadi puncak dari pertumbuhan produk Manly. Sosok generasi kedua, pengusaha muda yang masih punya semangat mengambil alih.
Produk yang kini dikenal dengan identitas baru serta produksi serta operasional lebih sistematis melalui bendera PLI. Sosok Zakaria Wirahadi Kusumah, CEO Prime Line International (PLI), adalah sosok sukses dibalik produk Manly sekarang.
Zack adalah generasi kedua dari bisnis yang dirintis sang ayah, Lioe Kiat Tjoeng. Keterlibatan si bungsu dari empat bersaudara merupakan jalan panjang. Setamat kuliah sebenarnya ia sudah memiliki pekerjaan mapan di sebuah bank swasta di Negeri Kanguru.
Sepulang kembali ke Indonesia, ia justru diberi tanggung jawab untuk mengelola PLI oleh ayahnya. Bukannya si sulung, malah Zack si bungsu, yang notabennya sudah lama di luar negeri. “Saya butuh waktu sekitar 8 tahun untuk merestrukturisasi PLI,” ujar pria yang akrab dipanggi Zack itu.
Zack bercerita, awal mulanya dia terjun ke bisnis keluarga di tahun 2002. Kenapa dia yang ditunjuk founder untuk mengelola PLI padahal dia hanyalah sang putra bungsu.
“Kakak- kakak saya ada di luar negeri semua. Mereka sudah merasa comfortable dengan pekerjaan mereka di luar negeri dan tidak mau balik ke Indonesia,” jelas pengusaha muda Zack, meyakinkan diri melanjutkan bisnis keluarga.
Ia mengaku ayahnya sendirilah yang menunjuknya agar segera melanjutkan bisnis PLI di Indonesia.
“Memang berat bagi saya, karena saya pun pada waktu itu sudah bekerja di perbankkan dengan gaji yang lumayan. Saya berpikir agak lama, namun orang tua meminta saya agar keluar dari comfort zone dan pulang ke Indonesia,” jelasnya lagi.
Tetapi satu hal benar- benar bisa mendorongnya dan kenapa akhirnya ia bisa pulang ke Indonesia. Itu adalah rasa tanggung jawab yang harus Zack emban. Meski berat berbekal pengalaman di dunia korporasi dirasanya cukup sebagai modal.
Menjadi sebuah misi pribadi mengembangkan bisnis. Dia ingin menerapkan apa yang didapatnya di kantor. Zack ingin membawa pekerjaanya kembali ke Manly. Adalah sebuah pergulatan batin untuk meninggalkan pekerjaan mapan.
Sebenarnya bagi pria kelahiran 1978 ini bukanlah perkara mudah melanjutkan bisnis ayahnya. Bahkan, dia mengaku pernah melakukan kesalahan fatal, yang membuat banyak kostumer kabur. Kisahnya, ketika bergabung bisnis Manly memang tidak sebaik sekarang ditangannya.
Banyak perubahan harus dibuat untuk manajemen. Butuh restrukturisasi sistem manajamen yang lebih baik. Struktur organisasi dan sistem IT dulunya masih manual. Sekarang Zack menerapkan konsep data oriented.
Efeknya apa yang dilakukannya memang berpengaruh. Meski kehilangan kostumer, lambat tapi pasti, ia bisa membangun jaringa Manly kembali. Sehingga butuh inovasi baru bagi Manly untuk kembali berjaya di tahun- tahun milik ayahnya.
Melalui proses re- branding produk Manly diharapkan bisa mendongkrak kualitas produk lebih. Perombakan total dilakukan mulai dari proses fitting, packaging, kualitas, serta bahan. Hasilnya di luar dugaan, usaha Zack masih belum beruntung alias gagal.
Dari kegagalan itulah, lanjut Zack, tim PLI terus belajar keras.
“Kami berupaya tetap kuat, sehingga mampu come back dan memenangkan customer- customer yang tadinya hilang,” imbuhnya sembari tersenyum.
Melanjutkan Bisnis Keluarga Sistem Baru
Jumlah karyawan pun terus bertambah dan kini mencapai 150 orang. Ia menargetkan ekspansi dari 2014- 2015. Pabrik bahkan direlokasi agar lebih mudah memasarkan. Ia ingin meluaskan merek ini sampai ke Asia Pasifik, hingga Australia.
Untuk mencapai target ekspansi tersebut, manajemen PLI terus berinovasi dengan berbagai trobosan baru. Contohnya menggarap serius proyek- proyek besar, juga melalui pemasaran e- commerce yang sedang digandrungi para pengguna internet.
PLI juga harus mampu mempersiapkan diri untuk target AFTA dan nantinya APAC tahun 2020, supaya benar- benar siap untuk menghadapi kompetitor-kompetitor dari luar negeri sana ujar Zack. Pokoknya dalam melanjutkan bisnis keluarga harus lebih baik.
Zack tidaklah sendiri, dibantu pihak ketiga, yaitu PT. Bank Central Asia Tbk.(BCA) yang setia melayani segala urusan perbankan PLI. Menurutnya, fasilitas BCA sangat memudahkan transaksi yang ia lakukan, terutama untuk keperluan perusahaan.
Menurutnya Bank BCA adalah bank terbaik di Indonesia. Layanan internet BCA membuat PLI lincah berbisnis. Satu hal ia tak perlu berepot- repot mengunjungi kantor BCA untuk melakukan transaksi- transaksi.
Jika dia berada di luar negeri, bisa membawa token dan ada akses internet, membuatnya tetap nyaman untuk melakukan perjalanan bisnis. Zack juga aktif di kegiatan Komunitas YES untuk pebisnis generasi kedua yang disponsori BCA.
Menjadi wadah berbagai macam pengusaha berkumbul. Aneka pengusaha berbagi ilmu dan sharing tentang kendala mereka. Ada sekitaran 70 perusahaan yang bergabung di komunitas ini. Dia sendiri yakin melalui komunitas mampu membawa peningkatan.

, Terimakasih telah mengunjungi Biodataviral.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Terviral.id, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.