Profil Pengusaha Warteg Nasional

Cerita sukses pengusaha warteg bukan cerita baru. Mereka para pengusaha warung tegal (warteg) tahan banting. Mereka akan pulang ke kampung, dari Jakarta membawa mobil mewah dan segepok uang ketika lebaran tiba.
Di desanya, mereka dihitung sebagai orang kaya sukses loh. Namun siapa sangka dibalik ceritanya tidak ringa. Ada keringat dan darah yang mengalir disana. Hidup di Ibu kota bukanlah hal perkara gampang terutama bagi mereka para pendatang.
Perkataan bahwa pengusaha warteg bisa jadi hidup berkecukupan memang tidak keliru, bahkan bisa berlebih. Ketika kita bertandang ke rumah H. Karjo, meski dari depan tampak sederhana, di garasi ada mobil- mobil Kijang berjejer.
Pengusaha Warteg Indonesia
Tentu saja rumah yang bernilai miliaran rupiah ini. Hal lain yang menunjukan setatus suksesnya yaitu keinginan memenuhi nazar yaitu menanggap wayang golek dengan dalang terkenal, Ki Enthus Susmono.
Benarkan demikian suksesnya pengusaha warteg. H Karjo yang saat itu didampingi istrinya, Hj Siti Fatimah (44), kelihatan tidak ingin melebih-lebihkan hal tersebut. Kendati demikian, dia mengakui kehidupannya sekarang lebih ringan, tidak punya beban terlalu berat.
Untuk merintis usaha warteg pertama kali jalannya ialah melalui berjualan asongan. Dia kala itu sedang mencari- cari pengalaman.”Kalau boleh dibilang, banyak dukanya pada saat itu. Apalagi setelah menjadi pedagang asongan, saya ngenger (ikut) di tempat usaha warteg orang lain,” kenangnya.
Pengusaha warteg ini kemudian banting setir, bersama istrinya mendirikan warteg kecil-kecilan di wilayah Glodok, Jakarta Barat.
“Ya, kami waktu itu biasa tidur menyatu dengan dapur. Bahkan, kalau mau tidur harus mematikan kompor dulu karena lantainya panas. Itu pun warungnya kontrak Rp 60.000 per tahun. Sekarang sampai Rp 9 juta,” ujarnya.
Kondisi tersebut dia jalani dari waktu ke waktu. Suka duka menjadi pengusaha warteg telah cukup untuk menjadi bekal mengembangkan usahanya hingga sekarang ini. Berbicara tentang rahasia sukses itu pun cuma satu: ketekunan.
Baginya berjuang lama hingga membuka warung sendiri butuh ketekunan untuk belajar dari berbagai tempat. Ia pun sukses mendirikan tiga warteg berbeda, satu yang besar ada di daerah Kemurnian, Jakarta Barat, dan dua lainnya di Glodok.
Musim Lebaran bagi H Karjo, sekeluarga merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul sekeluarga di kampung.

, Terimakasih telah mengunjungi Biodataviral.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Terviral.id, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.