Biografi

Biografi Pengusaha Dodol Hinda Japar Melanjutkan Usaha

Profil Pengusaha Dodol Hinda

pengusaha dodol pusaka

 
Tidak mudah bagi Hinda Japar melanjutkan bisnis keluarga. Berikut biografi pengusaha dodol yang sangat terkenal di Garut. Sejak kecil sudah melihat bagaimana bisnis orang tua berjalan. Hinda kecil sudah memiliki jiwa entrepreneurship. Dia tidak sengaja menjadi pengusaha dodol Garut.

Semua berjalan natural disela- sela alur kehidupan. Usaha keluarga yang sifatnya masih rumahan sekala kecil. Hinda tercatat mengambil alih usaha sejak 2005 silam.

Dalam biografi pengusaha dodol ini banyak masalah dilalui. Diangkat menjadi Direktur Perusahaan Dodol, apa yang dilakukan Hinda agar menaikan pamor dodol Pusaka. Perbulan sekarang sih mampu produksi 1 ton dodol, dan harganya Rp.16.500- 17.000 ditingkat pabrikannya.
“Jadi omzet saya dalam sebulan Rp.400 juta,” tutur pengusaha dodol ini.
Varian produk merupakan cara mengembangkan usaha. Ada dua toko menjual aneka varian produk khusus, seperti dodol aneka rasa buah. Jujur ketika menerim warisan pabrik sudah dalam kesulitan. Ia menjelaskan usaha keluarga tersebut lemah dalam pemasaran produk.

Warisahan Usaha Pengusaha Dodol

Dulu dodol Pusaka cuma menjual di daerah Garut. Ditangan Hinda lah baru bisa menyebar sampai ke Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan. Melalui rekanan bisnis ia menjadi suplier untuk mal di Kalimantan, dan pusat toko oleh- oleh di Jawa Timur.

Hinda memang sejak kecil ikut membantu usaha keluarga. Sejak Sekolah Dasar, tepatnya tahun 1970 -an, dia bertugas membantu pabrik kecil milik keluarga. Menjadi anak pertama sudah jadi tugasnya melanjutkan usaha keluarga, dan dia menyadari tersebut hingga mewarisi usaha Dodol Pusaka.

Tahun 1990 -an, barulah merek Dodol Pusaka menjadi idola, dikenal utamanya oleh masyarakat Jawa Barat. Tidak terbatas jualan di Garut produksinya membesar. Sehingga ketika masuk usia Sekolah Menengah Atas, tepatnya pada tahun 1989 dia memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah.

Dia berikan tugas oleh kedua orang tuanya mengurus produksi, dan pemasaran Dodol Pusaka hingga menasional. Tahun 2005 Dodol Pusaka resmi diwariskan ke tangah Hinda. Langkah awal menguatkan usaha dodol adalah memperkuat produksi.

“Saat itu saya langsung membangun pabrik sendiri,” pungkasnya.

Hinda sempat mengalami kesulitan membangun pabrik. Karena produksi sekala besar berarti butuh lebih banyak modal. Selain butuh uang untuk membangun pabrik, dia juga harus berurusan membeli tanah dahulu.

Memang kebutuhan dana cepat didukung oleh pinjaman Bank. Beruntung usaha dodolnya keluarga Hinda sudah terkenal. Jadilah pinjaman mudah keluar dibanding harus menunda. Dalam sehari pada pabrik barunya mampu menghasilkan 1 ton.

Menjadi Pengusaha Tidak Mudah

Begitu selesai maka tinggal menangani pemasaran Dodol Pusaka. Hinda sendiri sadar bahwa tidak bisa mengandalkan keberadaan toko. Karena faktanya penjualan toko bersifat musiman tidak tetap. Ia juga menyadari bahwa kompetitor dodol garut semakin banyak.

Sifatnya musiman yaitu ketika ramai ketika libur sekolah. Waktu seperti liburan memang banyak orang berkunjung. Hinda memang memiliki insting bagus, tetapi apakah semudah itu. Sekarang dia menghasilkan omzet miliaran rupiah. Ia berambisi membesarkan usaha dodol mereka lebih kembali.

Sukses bisnis dodol senilai ratusan juta rupiah. Hinda tidak berpuas hati ingin mengembangkan. Dia berencana untuk mengekspor dodol. Terbukti dia mampu ekspor ke Dubai senilai 2000 buah. Melalui kemitraan dengan PT. Krakatau Steel, mengekspor sampai Dubai, Uni Emirat Arab.

Sukses ekspor dodol tidak bertahan berkelanjutan. Itu semua karena kesalahan manajemen. Namun pengusaha dodol ini optimis bisa menyambung ekspor. Agar bisa ekspor perusahaan dodol musti memiliki kemasan yang bagus. Namun resikonya biaya akan lebih besar dibanding dalam negeri.

Hinda juga melakukan serangkaian inovasi produk. Aneka rasa dikembangan Hinda agar dodol tidak monoton. Dodol Pusaka dikenal memiliki variasi rasa unik. Inilah kelebihan Dodok Pusaka dibanting produk sejenis. Salah satunya dodol rasa rujak, disusul varian baru untuk dikembangkan.

Bagianya wirausaha dodol tidak mudah dikerjakan. Meskipun diwarisi usaha sudah menghasilkan. Ia merasa kesulitan mengikuti trend. Tantangan terbesar ialah mengelola manajemen agensi. Ia ingat beberapa kali dirugikan oleh agen.

Terutama agen- agen kecil karena telat pembayaran. Bahkan ada yang tidak membayar sama sekali. Dia melanjutkan padahal produk terlanjut kirim. Agen besar juga tidak luput masalah karena mereka terkadang juga tidak bayar. Contohnya dilakukan agen besar di Surabaya, dan Cianjur.

Mereka beralasan bangkrut tidak bisa membayar. Mereka tidak mampu wajib membayar karena tak ada modal.


, Terimakasih telah mengunjungi Biodataviral.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Terviral.id, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Comments

Most Popular

To Top