Profil Pengusaha Dwi Arianto Nugroho

Alumni Teknik Kimia ITB membuat Dwi punya mimpi spesial. Namun adanya perseteruan antara pemilik perusahaan membuat pusing. Dwi Arianto Nugroho, pemuda 28 tahun, yang tengah berjuang mengembangkan bisnis minyak atsiri. Dia bertemu seorang wanita bernama Mimin yang menjadi rekan bisnis.
Jauh sebelum bertemu dan membangun perusahaan perseroan. Pengusaha muda ini memang tertarik dunia kimia. Minyak atsiri sendiri merupakan nama kimia untuk minyak nilam. Diesktrak dari ikan yang dikembangkan masyarakat.
Ibu Mimin sendiri juga seorang pengusaha lokal. Menurut versi Dwi, beliau merupakan pemilik CV. Anissa Kausar. Bekerja bersama para nelayan di Sumedeng, mereka menyaring minyak atsiri untuk bahan baku minyak wangi. Menurut Dwi bahwa CV. Anissa Kausar bukan penggagas para nelayan.
Bahkan ia menyebut perusahaan tersebut hanya soal bangunan. Dwi telah merintis usaha sejak 2006 dengan tanah seluas 18 hektar, dengan nama usaha PT. Nusantara Agro. Ia lalu mencatatkan diri jadi salah satu peserta ajang Wirausaha Muda Mandiri 2007.
Sengketa Perusahaan
Inilah cikal bakal permasalahan yang timbul ke depan. Dwi lantas bertemu Mimin Sumarlina, yang memang usaha CV. Anissa Kausar. Dwi bertemu ketika berkunjung ke kampung Narimbang. Kerja sama keduanya baru terbentuk 25 November 2008, dengan nama PT. Nusantarindo Agro Energi.
Permasalahnnya ialah Mimin kecewa karena Dwi tidak memberi tahu. Ketika pertama kali bertemu Dwi meminta data- data. Ia juga memfoto usaha yang dijalankan Mimin. Kemudian menggunakan itu sebagai data untuk ikutan lomba. Hasilnya ia memangkan lomba dan sama sekali tidak memberi tau.
Mimin kecewa karena Dwi menang tanpa memberi tau. Walaupun kedua pengusaha ini pada akhirnya bekerja sama. Di perusahaan baru, Mimin menjadi komisaris, dan Dwi menjadi direktur utama atau memimpin. Permasalah lomba sendiri sudah Mimin coba tanyakan tetapi selalu Dwi hindari.
Dwi tak sekedar memakai karena berlanjut. Selepas itu dia menemui para nelayan di Narimbang, dan mengajak Ibu Mimin bekerja sama. Dwi memandang Mimin memiliki modal, aset yang berupa cara berkomunikasi baik, kedekatan dengan para nelayan, sementara Dwi bukanlah orang lokal.
Status Dwi sendiri masih dalam pengembangan dan marketing. Perusahaanya belum benar- benar bekerja seperti semestinya. Kedua pengusaha ini bertemu kemudian mendirikan perusahaan. Di saat itu perusahaan berdiri bukanlah hasil peleburan.
Dwi mengaku masih memiliki perusahaan awal. Entitas yang tercantum memang penyertaan modal dari CV. Anissa Kausar. Ketika Ibu Mimin diangkat menjadi komisaris, buku keuangan pun masih ia pegang. Dwi tak punya kuasa untuk membuka. Mimin beralasan biar perusahaan tidak menjadi rumit.
Konflik internal itu berlanjut sampai ke kepolisian. Dari pihak Dwi sendiri mengakui kesalahan dan meminta maaf. Perihal perusahaan tetap berjalan semestinya oleh Dwi dan Mimin. Keduanya masih bergerak dalam persahaan, walau terjadi perseteruan antara pemilik perusaha

, Terimakasih telah mengunjungi Biodataviral.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Terviral.id, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.